Yuk Kenali Tipe-tipe PLBN yang ada di Perbatasan Negara

JAKARTA - Hingga tahun 2021 Indonesia sudah mempunyai delapan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di wilayah perbatasan dengan Malaysia, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), dan Papua New Guinea (PNG). Target Pembangunan PLBN hingga tahun 2024 Indonesia memiliki 26 PLBN. Tim Humas Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) akan merangkum tipe dan kriteria PLBN untuk menambah wawasan Netizen Perbatasan (Netas), yuk simak infonya.

Informasi tentang tipe dan kriteria PLBN ini dirangkum berdasarkan Peraturan BNPP Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Tipologi PLBN. Makna PLBN sendiri merupakan tempat pengawasan dan pelayanan lintas batas negara di kawasan perbatasan yang tidak hanya untuk lintas barang, tetapi juga lintas orang Netas.

Pembangunan PLBN tidak hanya bertujuan untuk pos lintas batas negara Netas, namun juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, salah satunya dengan dibangunnya pasar. Dengan demikian kehadiran PLBN akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

Sebelum membahas tentang tipe PLBN, Netas harus tahu nih kalau ada dua jenis PLBN yaitu PLBN darat dan PLBN laut. PLBN darat hanya memiliki satu Pos Lintas Batas (PLB) mitra pengawas dan pelayanan dari satu negara tetangga. Sedangkan PLBN laut memiliki satu atau lebih PLB mitra pengawas dan pelayanan dari satu atau lebih negara tetangga.

Nah, dari kedua jenis PLBN tersebut terdapat tiga tipe PLBN yaitu tipe A, B, dan C Netas. Kira-kira kriteria PLBN yang seperti apa sih yang masuk dalam tipe A, B, dan C? Berikut penjelasannya:

Tipe PLBN Jumlah Pelintas Orang Jumlah Pelintas Kendaraan Beban per Kendaraan Luas Tanah Luas Bangunan Zona Inti Luas Bangunan Zona Penunjang
Darat Tipe A > 7.500 < 100 <= 40 Ton 10 Ha >= 9.000 m2 >= 5.000 m2
Laut Tipe A > 7.500 - - - Sesuai Rencana Induk Pelabuhan -

Darat Tipe B

> 1.000 - < 7.500 > 30 - < 100 <= 20 Ton 10 Ha >= 9.000 m2 >= 9.000 m2
Laut Tipe B > 1.000 - < 7.500 - - - Sesuai Rencana Induk Pelabuhan -
Darat Tipe C < 1.000 < 30 <= 20 Ton 10 Ha >= 9.000 m2 >= 9.000 m2
Laut Tipe C < 1.000 - - - Sesuai Rencana Induk Pelabuhan -

Penetapan tipe PLBN ini tidak sembarangan ya Netas karena dilakukan berdasarkan kajian dan pertimbangan khusus yang dilakukan oleh tim yang terdiri atas BNPP, Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina Kesehatan, Karantina Pertanian dan Karantina Ikan yang selanjutnya ditetapkan dengan keputusan kepala BNPP. 

Sebagai informasi untuk Netas, pada tahun 2020-2021 anggota BNPP dalam hal ini Kementerian PUPR akan membangun 11 PLBN yaitu PLBN Serasan di Kepulauan Riau, PLBN Jagoi Babang dan Sei Kelik di Kalimantan Barat, PLBN Long Nawang, PLBN Long Midang dan PLBN Sei Pancang di Kalimantan Utara, PLBN Labang, PLBN Napan dan PLBN Oepoli di Nusa Tenggara Timur, serta PLBN Yetetkun di Papua.


(Humas BNPP)